Tilmidh تلميذ

Belajar ghunnah dengan mikrofon

Belajar ghunnah — Tilmidh

Ghunnah adalah dengung yang keluar dari rongga hidung selama kira-kira dua harakat. Panjang dua harakat itu bukan ukuran jam, melainkan ukuran ketukan bacaanmu sendiri: kira-kira selama mengucapkan dua huruf berharakat dengan tempo yang sedang. Yang menentukan benar atau tidaknya bukan angkanya, melainkan ketetapannya sepanjang bacaan.

Kapan ghunnah wajib muncul

Ghunnah paling jelas terdengar pada nun bertasydid نّ dan mim bertasydid مّ. Keduanya sering disebut sebagai induk ghunnah, karena dengungnya berdiri sendiri tanpa bergantung pada huruf sesudahnya. Selain itu, dengung juga muncul menyertai hukum idgham dengan ghunnah, iqlab, dan ikhfa.

KeadaanDengung
نّ dan مّ bertasydiddua harakat, paling jelas
Idgham dengan ghunnah (ي ن م و)dua harakat ketika melebur
Iqlab (ب sesudah nun mati)dua harakat, bibir tidak rapat penuh
Ikhfa (lima belas huruf)dua harakat, nun disamarkan

Contoh dari An-Nas

مَلِكِ ٱلنَّاسِ

Pada maliki n-nās (An-Nas 114:2), nun bertasydid pada an-nās harus didengungkan penuh. Banyak yang membacanya terlalu cepat sehingga tasydid hilang dan kata itu terdengar seperti anas. Tahan dengungnya, rasakan getaran di hidung, baru lanjutkan.

Cara menguji dirimu sendiri

Ada satu cara sederhana. Tutuplah kedua lubang hidungmu dengan jari, lalu bacalah kata yang mengandung nun bertasydid. Bila dengungnya benar, suaranya akan tertahan dan terasa jelas berbeda. Bila tidak terjadi apa-apa, berarti dengungnya belum keluar dari hidung, dan kamu hanya menahan suara di mulut.

Kesalahan yang lain adalah dengung yang tidak tetap: kadang panjang, kadang pendek, dalam satu ayat yang sama. Telinga pendengar menangkap ketidaktetapan itu jauh lebih cepat daripada kekurangan panjangnya. Karena itu, latihlah satu ayat berulang-ulang sampai setiap dengung terdengar sama.

Ghunnah dalam Al-Fatihah

Dalam Al-Fatihah, dengung yang paling jelas terdapat pada kata ar-rahmān dan ar-rahīm jika mengikuti penulisan mushaf yang menyertakan tasydid pada nun. Karena kedua kata itu berulang dalam satu surat yang dibaca setiap rakaat, kesalahan pada dengungnya akan terbawa ke seluruh salatmu. Justru karena itulah surat ini menjadi tempat latihan yang paling berguna.

Dengung bukan suara hidung yang dipaksakan

Banyak pemula mengira ghunnah berarti berbicara melalui hidung dengan sengaja, sehingga suaranya berubah menjadi sengau sepanjang bacaan. Yang benar bukan demikian. Suara tetap keluar seperti biasa; hanya pada huruf tertentu sebagian aliran udara dialihkan ke rongga hidung selama dua harakat, lalu berhenti. Bila seluruh bacaanmu terdengar sengau, berarti dengungnya tidak lagi terbatas pada tempatnya.

Buka mikrofon pada ayat ini

Tilmidh memeriksa setiap kata melalui mikrofon dan baru berpindah bila kata itu dikenali. Alat ini tidak mengukur panjang dengungmu dalam satuan waktu — untuk itu tetap diperlukan telinga seorang guru. Yang dilakukannya adalah memaksamu berhenti pada kata yang belum benar, dan itu sudah cukup untuk membentuk kebiasaan.